Sorry, Apologize, Forgiveness

Mom and dad pasti sudah sering mendengar ketiga kata yang ada di judul di atas. Ketiga kata ini sering digunakan untuk meminta maaf kepada orang lain. Pertanyaannya adalah apakah mom and dad tahu bahwa ketiga kata tersebut memiliki arti dan penggunaan yang berbeda. Dan ketiga kata ini sangat penting untuk diajarkan kepada anak karena dapat mengasah kebijaksanaan dan empati anak. Yuk, langsung saja kita bahas satu per satu.





  1. Sorry

Sorry memiliki arti "maaf". Sebuah kata pendek yang sangat akrab di kuping kita sehari-hari. Meskipun memiliki arti maaf, namun penggunaannya lebih banyak sebagai kata penunjang kesopanan daripada meminta maaf. Sebagai contoh kita sedang berjalan dan tidak sengaja menyenggol orang lain, maka kita menggunakan kata sorry kepada orang tersebut. Pertanyaannya apakah kita benar-benar meminta maaf karena sudah menabrak orang tesebut atau kita menggunakan sorry sebagai penunjang etika kesopanan saja.


2. Apologize

Kata yang kedua ini memiliki arti yang hampir sama dengan sorry tetapi berbeda makna dan penggunaannya. Apologize memiliki arti "meminta maaf". Meminta maaf disini memiliki arti sebenarnya yaitu ya meminta maaf. Jadi saat kita berbuat salah dan ingin meminta maaf, kata yang tepat digunakan adalah apologize.


3. Forgiveness

Kata yang terakhir ini adalah kata yang paling dashyat. Forgiveness memiliki arti meminta pengampunan. Lantas apa bedanya meminta maaf dengan meminta pengampunan? Meminta maaf berfokus pada diri sendiri saja tanpa berpikir jauh tentang orang lain. Sehingga sering kali orang yang meminta maaf menjadi marah jika tidak dimaafkan (sering dengar toh kasus begini). Orang yang meminta maaf berharap setelah minta maaf tidak terjadi apa-apa lagi seakan-akan kesalahan yang ia lakukan tidak pernah terjadi. Sedangkan meminta pengampunan berfokus pada diri sendiri dan orang lain. Orang yang meminta ampun paham betul bahwa ia berbuat kesalahan dan ia membutuhkan pengampunan dari orang yang dirugikan dan siap menerima segala konsekuensi yang diberikan.


Dari ketiga kata di atas dapat disimpulkan bahwa jika kita berbuat salah hendaknya kita

Menyadari kesalahan kita dan meminta pengampunan dengan cara memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi

Ini berlaku untuk diri sendiri, pasangan, dan anak. Sebagai orang tua jika kita menjunjung tinggi hal ini maka anak akan melihat ini sebagai salah satu pedoman hidup dan menjalaninya juga. Kelak mereka akan menjadi anak yang rendah hati, pemaaf, dan terus mengembangkan dirinya agar semakin baik lagi.