Pentingnya mengasah empati anak

Mom and dad, dari bacaan sebelumnya kita telah mengerti tentang perbedaan simpati dan empati. Kita juga mengetahui bahwa simpati dan empati anak dapat diasah sedini mungkin. Lalu pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah mengapa empati perlu diasah sedini mungkin? Memang apa pentingnya? Bukankah nanti akan terasah dengan sendirinya seiring berjalannya waktu? Nah, kali ini kita akan bersama-sama menyelidiki pentingnya mengasah empati sedini mungkin. Yuk, kita simak lebih lanjut...



Manusia lahir sebagai makhluk sosial yang artinya ia tidak dapat hidup sendiri. Butuh interaksi antar sesama manusia agar dapat bertahan hidup dan memiliki hidup yang berkualitas. Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa manusia sangatah unik, ada banyak ragam tipe manusia dilihat dari berbagai macam aspek mulai dari kepribadian sampai dengan cara pandang. Inilah yang membuat interaksi sesama manusia menjadi hidup. Ini pula yang menyebabkan interaksi sesama manusia tidak mudah. Dibutuhkan kemampuan sosial yang baik untuk dapat menjalin hubungan antar manusia dengan baik. Dan sudah menjadi rahasia umum, siapa yang memiliki kemampuan soial yang baik, maka hidupnya menjadi lebih mudah.


Bicara tentang kemampuan sosial, ternyata empati adalah salah satu pondasinya lho mom and dad. Jadi sudah sangat tepat sekali untuk mengasah empati anak sedini mungkin agar anak memiliki kemampuan sosial yang baik agar dapat mempermudah mereka meraih kesuksesan di masa mendatang. Seorang pepatah mengatahkan bahwa

Hadiah terbaik yang orang tua bisa berikan kepada anak bukanlah materi, melainkan pendidikan

Pendidikan yang dimaksud disini tentu bukan hanya pendidikan formal yang diajarkan di sekolah saja (ilmu eksakta), tetapi juga pendidikan karakter yang mendukung ilmu akademis yang mereka miliki. Bayangkan mom and dad, jika anda menjadi seorang pemimpin perusahaan dan harus mengangkat 1 orang manager. Ada 2 kandidat yang tersaring. Kandidat pertama pintar dalam mengerjakan tugas namun agak dijauhi oleh koleganya karena memiliki sifat menuntut dan pemarah. Sedangkan kandidat kedua juga sama pintarnya dengan kandidat pertama namun ia sering dipuji oleh koleganya karena sabar dan tekun bahkan saat menghadapi tim yang sulit untuk diajar. Kandidat kedua memiliki empati yang lebih baik sehingga ia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh timnya dan menentukan apa jalan terbaik untuk mereka lakukan. Sebagai pemimpin perusahaan, kandidat mana yang akan mom and dad pilih untuk menjadi manager?


Bacaan ringan ini akan ditutup dengan sebuah informasi mengenai sebuah penilitian di Univeristas Harvard yang bernama The Grant Study. Penelitian ini sudah berjalan selama kurang lebih 80 tahun dan menemukan bahwa hubungan harmonis dengan orang lain merupakan kunci untuk bisa panjang umur dan hidup bahagia. Jadi jika mom and dad menginginkan anak berumur panjang dan hidup bahagia, maka penting untuk mengasah kemampuan empati anak sedini mungkin.

Recent Posts

See All