Apakah anak anda merasa dicintai?

Updated: Feb 4

Cinta yang tulus dan tidak pernah berkurang adalah cinta orang tua terhadap anak-ananya ~ Rina Tri Wahyuni


Kalimat mutiara di atas adalah betul adanya. Hampir semua orang tua pasti merasakan hal yang sama sampai-sampai ada kalimat “ada bekas istri / suami, tetapi tidak ada bekas anak”. Ini sangat menggambarkan cinta orang tua kepada anak benar-benar tulus dan besar bahkan kalau mau dikatakan tidak terbatas ruang dan waktu. Nah, memasuki bulan Februari, kita akan membahas tema cinta khususnya cinta orang tua kepada anak.


Ngomong-ngomong tentang cinta orang tua kepada anak ada hal yang mind blowing (mengejutkan) yaitu meski cinta orang tua begitu besar kepada anak, tetapi pada kenyataannya tidak semua anak merasa dicintai. Nah lho! Koq bisa begitu? Tidak perlu bingung karena kita akan kupas hal ini agar Smart Parents yang membaca artikel ini akan terbantu untuk mengetahui apakah anak merasa dicintai atau tidak.


Sebagai contoh, sebuah keluarga sedang menikmati santap malam di rumah mereka. Kebetulan menu malam itu salah satunya adalah ikan kakap asam manis. Sebagai kepala keluarga dan sesuai dengan norma yang ada di keluarga itu, sang ayah mengambilkan makanan untuk keluarganya. Tepat saat ingin membagi ikan kakap yang lezat itu, sang ayah memotong bagian kepala dan memberikannya kepada ibu. Tidak berapa lama berselang terlihat ibu meneteskan air mata sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Melihat air mata terjatuh satu per satu tentu membuat ayah bertanya kepada ibu apa yang terjadi.


Ibu menjelaskan bahwa selama 40 tahun pernikahan, ayah selalu memberikan kepala ikan kepada ibu. Mendengar cerita itu, ayah langsung menyampaikan bahwa itu adalah salah satu bentuk pengorbanan dan cinta kepada ibu. Ayah sangat menyukai kepala ikan dan ayah selalu memberikan yang terbaik kepada ibu oleh karena itu ayah selalu memberikan kepala ikan kepada ibu. Kalimat selanjutnya yang ibu lontarkan membukakan mata dan pikiran ayah setelah 40 tahun pernikahan berlalu. Ternyata ibu sangat tidak suka dengan kepala ikan. Selama 40 tahun ibu berpikir bahwa ayah tidak cinta dirinya karena selalu memberikan kepala ikan kepadanya.





Dari cerita singkat di atas dapat kita lihat bahwa sang ayah sangat cinta dengan ibu. Sangkin sayangnya setiap makan ikan, sang ayah merelakan kepala ikan favoritnya untuk ibu. Namun ternyata cinta sang ayah tidak sampai kepada ibu. Ibu tidak menyukai kepala ikan sehingga setiap diberikan kepala ikan hanya mengingatkan ibu bahwa ayah tidak cinta padanya. Dan cukup menyedihkan karena miskom ini harus berjalan selama 40 tahun pernikahan, padahal sebetulnya dapat diselesaikan di tahun awal penikahan.


Ini sama dengan cinta orang tua kepada anak. Orang tua sudah memberikan seluruh yang terbaik (versi orang tua) kepada anak, tetapi kita tidak pernah tahu apakah anak kita menerima cinta yang diberikan atau dalam kata lain apakah anak kita merasa dicintai.

Mencintai dan dicintai adalah 2 hal yang berbeda. Mencintai belum tentu membuat orang merasa dicintai. Begitu juga perasaan dicintai belum tentu muncul dari orang yang mencintai. Tugas kitalah sebagai orang tua untuk memastikan cinta kepada anak sampai dan anak merasa dicintai. Inilah yang akan kita bahas di artikel selama beberapa minggu kedepan. (cek baterai kasih disini)


Langkah pertama yang bisa orang tua lakukan adalah mencari tahu apakah anak sudah merasa dicintai apa belum. Caranya dengan menggunakan CEK :


1. Cari waktu bicara

Untuk mencari tahu perasaan anak kita perlu mencari waktu bicara secara intim dengan anak. Pastikan suasana dan kondisi sedang nyaman untuk orang tua dan anak untuk melakukan sesi bicara hati ke hati. Kuncinya adalah waktu yang tepat, waktu yang sama-sama nyaman untuk orang tua dan anak. Bisa sebelum tidur atau sedang santai di akhir minggu.


2. Ekspresikan perasaan kepada anak

Saat sesi bicara hati ke hati, anda dapat mengekspresikan perasaan anda kepada anak. Penyampaian perasaan dapat berupa kata-kata, pelukan, atau dengan hal biasa yang anda lakukan untuk menyampaikan rasa sayang kepada anak. Semua itu dibungkus dengan sebuah cerita manis tentang betapa kita orang tua menyayangi anak kita dan menginginkan yang terbaik untuk mereka.


3. Konfirmasi perasaan anak

Setelah menyampaikan perasaan kepada anak, barulah kita dapat mengkonfirmasi apa yang anak rasakan. Cara paling mudah untuk melakukan ini adalah dengan BERTANYA. Kita bisa bertanya kepada anak tentang bagaimana perasaannya selama ini, apakah mereka merasa dicintai dan mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua. Orang tua juga bisa menanyakan jika ada yang mengganjal di hati anak. Jadikan momen ini momen sakral, jangan nodai momen ini dengan emosi marah jika kita menerima jawaban anak yang tidak sesuai ekspetasi kita. Belajar dari jawaban anak untuk upgrade diri kita.


Nah, dengan melakukan teknik CEK diharapkan orang tua dapat mengetahui apakah anak merasa dicintai selama ini. Jika Ya, maka bagus dan pertahankan. Jika Belum, maka orang tua perlu sedikit merubah cara “mencintai” anak agar anak dapat merasakan cinta yang diberikan. Salam cinta untuk kita semua