Contact Us : +6285285092979 | info@ideplus.co.id

Tua tidak berarti dewasa

Benarkah dari usia kita bisa menilai kedewasaan seseorang? Saya baru-baru ini bertemu dengan hal ini secara nyata, sehingga mengundang untuk dibagikan. Kali ini kita akan belajar bersama bahwa

 

Usia tidak menunjukan kedewasaan

 

Usia seseorang tidak menunjukan kedewasaan orang tersebut. Secara umur mungkin seseorang berusia 20 tahunan, namun kedewasaan yang dinilai dari sikap hidup mungkin menunjukan angka 7 tahun. Sebagai contoh saya baru saja mengikuti parenting class, disana saya diajarkan bahwa anak kecil itu tidak bisa belajar secara mendadak, mereka harus diajarkan dengan repitisi dan konsistensi. Misal, seorang anak yang secara mendadak diambil “empengnya” akan spontan menangis dan meraung-raung. Beda dengan orang dewasa yang misalnya sedang menikmati rokok dan diambil rokoknya secara tiba-tiba, mungkin karena sudah dewasa bisa menahan emosi sehingga luapan emosipun tidak terlihat. Nah, lain ceritanya dengan seorang pemuda yang diambil haknya bermain game dan langsung marah-marah dan tidak terkendali, ups, ini koq mirip dengan anak-anak yang tidak bisa mengontrol emosinya ya? Dari sisi emosi saja kita bisa melihat kedewasaan seseorang, karena biasanya semakin dewasa seseorang maka kontrol emosinya semakin dalam dan susah tergoyahkan oleh hal-hal sepele dalam hidupnya. Nah satu lagi, banyak orang yang belum dewasa melihat hal-hal sepele menjadi sangat penting, sedangkan hal penting sering disepelekan.

 

Jadi, dari sharing singkat di atas kita semakin percaya bahwa usia seseorang tidak menentukan kedewasaan seseorang. Boleh share pengalamanmu tentang hal ini di kolom comment ya.

 

Apakah kita sudah dewasa?

November 20, 2018

0 responses on "Tua tidak berarti dewasa"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top
Web Design © JLawren. All rights reserved.
X