Contact Us : +6285285092979 | info@ideplus.co.id

Hal baik bisa jadi buruk, begitupun sebaliknya. Gara-gara satu hal ini

 

 

Saya akan memberikan contoh agar sahabat sekalian mengerti bahwa waktu yang tepat itu sangatlah hebat karena jika tidak tepat akan jadi gawat. Hal yang baikpun bisa menjadi buruk, begitu juga sebaliknya. Contoh pertama adalah pada suatu hari ada seorang pria sedang berjalan di gang yang sepi. Tiba-tiba dari ujung gang terlihat orang yang tampak babak belur berlari ke arah kita. Lalu di belakang orang tersebut banyak orang lari mengejarnya. Pria ini langsung memilih bersembunyi di dalam tong sampah besar. Lalu suara derap kaki orang babak belur itu terdengar sudah ada di dekat tong sampah dimana tempat pria itu bersembunyi, dan ia tertangkap orang yang mengejarnya. Orang itu dihajar habis-habisan, pria itu sambil mencuri dengar ternyata orang yang dihajar itu adalah orang baik yang berusaha mengagalkan pembegalan di jalan. Jadi yang menghajarnya adalah para komplotan kriminal. Setelah suara pengeroyokan sudah mulai berhenti, terdengar para preman ingin pergi dari TKP (tempat kejadian pengeroyokan), tiba-tiba HP pria tersebut berdering telepon. Pria itu cepat-cepat mengangkat telepon dan ternyata ia mendapat hadiah utama undian bank sebesar 2M. Namun para preman sudah keburu mendengarkan dering telepon dan menangkap basah seorang pria sedang bersembunyi di tong sampah. Maka babak 2 preman itu dimulai, pria tadi dihajar habis-habisan karena takut menjadi saksi atas kejadian pengeroyokan pertama.

Hal tepat + waktu yang tidak tepat = GAWAT

Cerita kedua mengisahkan tentang seorang anak yang baru saja menyelesaikan soal ujian dengan susah payah. Nilai jelek sudah terbayang di benak anak tersebut karena memang tidak ada yang bisa ia jawab. Saat guru sedang mengecek ujiannya, ternyata benar saja nilai yang didapatkan adalah 40. Saat sang guru ingin menulis angka 40 di kolom nilai tiba-tiba saja teleponnya berbunyi. Ternyata panggilan dari restoran padang untuk konfirmasi pesanan senilai 90rb. Karena sedang kurang konsentrasi, guru tersebut memberikan nilai 90 di kolom nilai dan melanjutkan pemeriksaan ujian ke siswa selanjutnya. Alhasil murid tersebut mendapatkan nilai 90, seperti jatuh dari langit bukan?

Dari cerita di atas kita belajar bahwa waktu yang tepat adalah kunci yang nikmat untuk menikmati hal yang positif. Jika waktunya tidak tepat, bisa-bisa menjadi gawat dan bohwat. Jadi mulai sekarang, berharaplah hal yang positif datang di waktu yang tepat karena siapa tahu bisa menggantikan hal negatif menjadi positif.

 

November 20, 2018

0 responses on "Hal baik bisa jadi buruk, begitupun sebaliknya. Gara-gara satu hal ini"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

top
Web Design © JLawren. All rights reserved.
X